Facebook Akan di Blokir April ini: Online Shop dan Blogger, Antisipasi Segera

Weebly - Websites, eCommerce & Marketing in one place.

Berani ga sih pemerintah memblokir facebook?

Saya kok pesimis. Soalnya wacana penutupan media sosial yang memiliki satu juta pengguna di seluruh dunia ini sering banget saya dengar.

Dimulai dari permintaan pemerintah Indonesia agar twitter dan facebook membuka kantornya di Indonesia karena para penggunanya banyak berasal dari negara kepulauan ini.

Facebook akhirnya buka kantor juga di Jakarta, tetapi jarak antara isu dilempar pemerintah ke tindakan nyata (baca: pembukaan kantor) jaraknya cukup jauh.

Sedangkan twitter? Saya rasa media sosial dengan logo burung biru tersebut masih belum meng-iya-kan permintaan pemerintah Indonesia.

Sekarang pemerintah kembali lagi melempar isu akan memblokir facebook.

Kali ini latar belakangnya sekarang berbeda.

Bukan lagi soal membuka kantor perwakilan di Indonesia, tetapi soal data privasi pengguna yang bocor karena salah satu aplikasi yang digunakan facebook digunakan untuk kepentingan politik Amerika tahun lalu.

Pemerintah Indonesia bereaksi dengan temuan yang menjadi hotnews di Amerika.

Dewan Perwakilan Rakyat memanggil perwakilan facebook untuk menanyakan keamanan data pribadi pengguna facebook Indonesia, dan juga apakah pengguna di Indonesia juga terkena dampaknya dari aplikasi pihak ketiga facebook tersebut.

26 April nanti kita akan mendapatkan kabar pasti apakah media sosial dengan ikon warna biru tersebut akan betul-betul diblokir oleh pemerintah Indonesia atau dipaksa untuk mengganti kebijakan privasinya terhadap pengguna seperti yang telah dilakukan facebook untuk negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (https://inet.detik.com/law-and-policy/d-3979706/uni-eropa-berhasil-jinakkan-facebook).

Di Uni Eropa, pengguna facebook akan ditanyakan (baca: diminta izin) mengenai data apa saja yang boleh digunakan oleh situs tersebut.

Pengguna akan diberikan pilihan iklan pihak ketiga seperti apa yang diizinkan menggunakan data mereka, informasi mana dalam profil pengguna yang boleh digunakan, dan penggunaan teknologi face recognition.

Pada pertemuan dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat 17 April yang lalu, pihak facebook, Ruben Hattari, telah memberikan klarifikasi dan keterangan kepada para wakil kita bahwa saat ini mereka sedang melakukan audit investigasi terhadap data pengguna yang diambil oleh Cambridge Analytica dan juga aplikasi lain yang sejenis. (https://inet.detik.com/law-and-policy/d-3975669/data-pengguna-indonesia-bocor-facebook-tebar-janji-di-dpr)

Biasa Jualan Online di Facebook Kemungkinan Akan Mengalami Penurunan OMSET

blokir facebook online shop
sumber gambar: technobeep.com

Isu facebook bakal di blokir oleh pemerintah Indonesia membuat beberapa pengguna yang menggunakan media sosial tersebut was-was. Mulai dari user biasa hingga blogger dan pedagang online.

Apalagi para penjual online tersebut selama ini mengandalkan media sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut untuk mendapatkan omset puluhan hingga ratusan juta per bulan.

Ancaman pemerintah terhadap situs media sosial asal Amerika Serikat tersebut bagi para penjual online ibarat satpol pp yang sedang razia pedagang kaki lima. Begitu melihat ancaman (baca: kedatangan satpol pp) pedagang kaki lima kemudian bergegas untuk menyelamatkan barang dagangan mereka.

Padahal belum tentu satpol pp sedang razia, boleh jadi satpol pp yang datang baru melakukan sosialisasi peraturan baru untuk para pedagang.

Jadi apa yang harus dipersiapkan oleh pedagang di facebook agar tetap bertahan?

Menurut saya setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Bergabung dengan marketplace seperti tokopedia, bukalapak, dan lain sebagainya.
  2. Mulai memanfaatkan aplikasi intant messaging seperti whatsapp, blackberry, snapchat dan lain-lain,
  3. Membuat website toko online
  4. Membuat toko offline dengan menyisihkan omset yang ada

Meskipun saya sangsi facebook akan diblokir oleh pemerintah (karena peringatan pemerintah hanya gertak sambal menurut saya), langkah antisipasi mesti dilakukan jika tidak ingin kehilangan sumber penghasilan.

Jika pun betul terjadi, tanggal 24/26 April nanti facebook diblokir oleh pemerintah karena tidak memenuhi permintaan yang disampaikan melalui KOMINFO, masih ada cara bagi pengguna facebook untuk mengakses aplikasi dan website tersebut.

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah menggunakan aplikasi virtual private network di gawai masing-masing.

Anda bisa menggunakan beberapa aplikasi virtual network yang ada di google playstore seperti Hola Free VPN, Turbo VPN, Hotspot Shield, Super VPN, Touch VPN, Opera VPN dan masih banyak lagi.

Namun tidak semua pengguna facebook yang mau repot-repot untuk melakukan instalasi maupun pengaturan dan yang paling utama…

Tidak semua pengguna facebook yang mengerti cara penggunaan VPN tersebut.

Jadi untuk facebookers Indonesia (pengguna facebook) yang memanfaatkan facebook sebagai media untuk berdagang, bersiap-siap untuk penurunan omset (atau kehilangan omset) dari situasi terburuk ini.

Akibat Pemblokiran Facebook Untuk Blog di Indonesia di SISI Trafik dan Penghasilan

facebook fanpage blog
sumber gambar: dokumen pribadi

Untuk blogger seperti saya, jika facebook akhirnya diblokir oleh pemerintah dampaknya pengunjung yang berkurang ke blog yang saya kelola.

Tapi pengurangan kunjungan tersebut (menurut saya) tidak akan terlalu berdampak signifikan kepada penghasilan. Ini alasannya:

Website atau blog tidak mengandalkan facebook untuk mendapatkan pengunjung.

Blogger menyebarkan link atau url di facebook yang dilakukan oleh blogger hanya bagian dari marketing blog yaitu membuka saluran baru untuk mendapatkan pengunjung.

Selain facebook trafik atau kunjungan yang diandalkan oleh blogger pada awalnya berasal dari situs pencarian informasi seperti google, bing, yahoo, yandex atau website/blog, facebook atau media sosial lainnya hanya cabang dari proses mendapatkan pengunjung tersebut.

Bagi blogger yang mengandalkan fanpage untuk mendapatkan kunjungan ke website yang mereka kelola, langkah-langkah antisipatif harus dilakukan.

Langkah pertama adalah memaksimalkan SEO on-Page. Mungkin mengganti platform dari blogger.com ke self-hosted wordpress yang memiliki plugin untuk itu menjadi jawaban saya sementara.

Langkah kedua, membuat halaman resmi blog di situs google plus sebagai ganti dari facebook fanpage yang diblokir. Meskipun engagement-nya tidak sebesar facebook, memiliki cadangan fanpage di google setidaknya akan membuat website kita tetap terindeks di google dan ditemukan oleh pengunjung.

SEO off-Page merupakan cara terbaik untuk dilakukan. Dari sekarang mulailah mendaftar website dan blog teman-teman kita satu komunitas kita.

Lalu kunjungi satu persatu dan mulai kembali bersilaturahim dengan meninggalkan komentar atau membantu memberikan artikel dengan membuat artikel tamu.

Akhir kata tentang pemblokiran facebook:

Saya memiliki harapan yang sama dengan teman-teman.

Pertama saya berharap semoga facebook bisa mengambil jalan win-win solution dengan pemerintah Indonesia. Karena pengguna facebook tidak hanya kita rakyat biasa, tetapi juga para pejabat pemerintah dimana kita percayakan untuk mengatur negara ini.

Jangan sampai karena sebuah status iseng si pejabat, negara lain bisa mendapatkan informasi paling rahasia dan krusial tentang negara kita ini.

Harapan saya yang kedua, agar facebook dan para pekerjanya akan lebih selektif dan berhati-hati dalam menyeleksi aplikasi yang boleh berada di dalam ekosistem mereka. Jangan sampai kasus Cambridge Analitica ini terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *